Pages

Belajar Melatih Kesabaran

Rabu, 20 Juli 2016

Belajar sabar itu dimulai dari hal-hal kecil dan kelihatan sepele, tetapi memiliki dampak yang besar bagi keselarasan. Misalnya: tidak membeli barang hanya karena keinginan.

Berdasarkan pengalaman pribadi dan orang lain, perempuan sangat susah mengekang nafsu balanja. Setiap kali melihat model baju, tas, sepatu, atau asesoris lainnya, mendadak seperti lupa kalau di rumah barang-barang itu menumpuk dan tidak semua dimanfaatkan.

Perempuan memang makhluk yang lebih mengedepankan perasaan dibanding rasio. Tapi semua itu bukan sebagai alasan untuk pembenaran atas apa yang dilakukan secara berulang dan melupakan akibat-akibat yang ditimbulkan. Dulu, sebelum menghayati perilaku ini sebagai sumber masalah yang berkesinambungan, aku pribadi termasuk orang yang menggampangkan soal belanja. Tidak peduli nanti gimana, setiap kali merasa sreg, langsung beli. Bertahun-tahun perilaku ini menjadi kebiasaan yang akhirnya membawa pada permasalahan besar yang seakan tiada berkesudahan.

Bagaimana akhirnya aku bisa keluar dari "lingkaran setan?" Pertamanya, kita harus mampu menemukan benang merah atas kejadian demi kejadian tak menyenangkan. Setelahnya, berani mengakui kesalahan dan berdamai dengan diri sendiri/memaafkan. Setelah dua hal di atas mampu kita lakukan, berkumpul dengan orang-orang yang memiliki ilmu, wawasan, dan kearifan akan menjadi penguat untuk mampu mewujudkan harapan. Jauhi tempat-tempat yang menggoda keinginan belanja, semisal:mal. Jauhi teman yang suka belanja dan cenderung berpikir instan. Dan hal yang tidak kalah penting: jadikan rasa malu atas kegagalan sebagai cambuk untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Sabar itu memang tidak mudah karena godaannya banyak dan besar. Tapi bukan berarti kita tidak bisa. Selama mau belajar dan berproses, kebaikan demi kebaikan akan menemukan jalan sebagai jawaban.

#FAS #catatanfas

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS