Pages

Pulanglah, Na

Kamis, 28 Juli 2016






Masihkah bersikukuh dengan egomu sementara hujan begitu jelas membiaskan rasamu? Tidak. Kamu tidak akan pernah mampu menjawab selama yang kamu lihat bayangan di belakang cerminmu. Sampai kapan kamu menunggu untuk kembali ke rumah sejatimu? Pulanglah Na!
Na, 
Masihkah senja mendulang rasa yang sama? Aku berharap kali ini kau telah mampu berdamai dengan semuanya. Tidak ada yang lebih sia-sia selain meratapi seseorang yang tak peduli padamu, Na.

Masihkah kau menatap bangku kosong sambil berharap ia datang meminta maaf dan membawa sekeranjang bunga? Terlalu naif mewujudkan itu dalam realita, Na. Ia bahkan telah lupa bagaimana wajahmu yang mempesona. Berpalinglah Na!
Kau masih saja kukuh kalau cintamu untuknya tiada duanya? Maaf. Kalau mau aku ingin tertawa mendengarkan semua ilusimu yang sempurna, tetapi bagaimana mungkin aku sanggup tertawa melihat wajahmu yang pias dan tak lagi berwarna?
Na, 
Cinta itu bukan bagaimana kau menggenggam erat kenangan yang pernah ada. Itu bukan cinta. Lihatlah kemilau kemuning senja yang jatuh di batas cakrawala. Itulah cara senja mencintai dan menjadi kekasih abadi alam raya. Ia tak berharap memiliki siang, ia juga tak menolak ketika malam memeluknya dalam peraduan. Yang ia tahu, hanya dengan cara itu kehadirannya bermakna.

Kembalilah ke rumah darimana cinta kau kenal untuk kali pertama. Kenali kembali nada-nada yang membuatmu bernyanyi dan menari di sana. Hanya itu cara satu-satunya.#catatanfas_28072015

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS