Pages

Balada Orang Spontan

Selasa, 06 September 2016




Resiko jadi orang spontan ya begini. Kadung dapat ide, nulis dan nulis begitu diunggah jaringan ngadat. Begitulah yang seharian terjadi.  Sudah sreet..sreeeet..nulis, eh, "Ndilalah" nggak bisa. Ya sudah ilang deh tulisannya. Mau di tulis lagi ya rasanya sudah basi...hihihi...ibarat kopi, apa sih enaknya kalau uapnya sudah dibawa angin? Anyep. Begitu pun dalam menulis. Kalau tulisan berasal dari ide spontan, dan dituliskan begitu saja rasanya marêm. Artinya tanpa perlu mikir jari jari bergerak sendiri. Seperti saat menuliskan hal nggak penting ini. Menulis dari hati, mungkin kurang lebihnya begini, ya? Baanyak kurangnya, tetapi memiliki kelebihan enak di rasa. Aslii ngaraang...:-D :-P

Iya sih sekilas emang kejadian barusan terlihat nggak penting. Tetapi, setiap kali kejadian begini terjadi, biasanya nanti, entah sambil ngapain ujug ujug kepikiran tentang bahasan status tadi. Terus mikir, iya ya, seandainya tadi diunggah, bisa saja ada orang yang  nggak suka atau tersinggung karena isinya memang riskan untuk dibaca.

Kita memang tidak bisa menyenangkan setiap orang, terlebih lagi menuliskan apa apa yang hanya ingin mereka dengar atau inginkan. Adakalanya, lebih seringnya ding, tulisan atau status yang kita unggah  memang bisa membuat orang lain berpikiran lain karena seakan-akan ditujukan untuknya. Beberapa hari yang lalu, seseorang juga curhat, ia didiamkan saudaranya gegara status yang ia unggah. Menurutnya, sebenarnya status tadi tak ada kena mengenanya dengan saudaranya itu. Kalau sudah begini jadinya kan nggak enak, Mbak? Tuturnya.

Dulu...jaman masih baperan yang begitu itu sering kualami. Status orang lain seringkali kutanggapi serius karena seakan-akan sedang membicarakan diriku. Ternyata, setelah waras dari kebaperan; saya menyadari kalau mudah baper atau berprasangka, terlebih mudah sakit hati atas perkataan ataupun sikap orang lain itu penyebabnya penyakit hati dan kurangnya rasa percaya diri. Terlebih bagi orang yang sedang dalam keadaan terpuruk. Mudah sekali tersinggung dan merasa dinilai oleh orang lain. Tahu sendiri kan gimana rasanya saat keadaan begini? Merasa terasing dan sendirian. Untuk itu kita mesti lebih  berhati-hati mengahadapi orang begini, meskipun adakalanya kita juga mesti ngomong blak-blakan, biar ia cepat sadar dan keluar dari penderitaan.:-D

Beruntung banget saat saat itu sudah terlewati dengan selamat berkat pertemuanku dengan orang-orang baik di dunia maya ( Terimakasih selalu buat kalian).  Sebagian orang mungkin menganggap dunia maya itu hanya tempat untuk bermain-main atau mengalihkan kejenuhan dari rutinitas dunia nyata. Tapi tidak bagiku. Menurutku, dunia maya ini media yang asyik untuk melatih kepekaan diri. Berinteraksi dengan mayoritas orang yang sama sekali belum pernah kita jumpai secara fisik pastinya sangat riskan. Untuk mengantisipasi semua balik ke dalam diri sendiri apa niat dan tujuan kita di sini.

Selama niat kita baik, hal hal yang kita bagikan apa adanya, imbal baliknya akan sama. Di dunia maya kita berpotensi bertemu dengan siapa saja, tetapi mengapa hanya dengan orang orang tertentu saja kita bisa dekat dan bersahabat dalam waktu yang lama? Tidakkah itu membuktikan bahwa frekuensi yang sama, membawa kita pada mereka yang sama gelombangnya? Sebagai orang yang spontan, saya biasanya kalau sudah "klik" pas awal kenalan, seterusnya bisa nyambung. Karena mereka yang ujug ujug akrab begini yang bisa menerima diriku apa adanya. Syalalala..lumayan, berkat gagal unggah status bisa update blog lagi.  :-D
#catatanfas

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS