Pages

Cahaya Di Kaki Senja

Jumat, 09 September 2016




Kebenaran tetaplah kebenaran, sejauh apa pun kita mencoba menutupinya,  alam akan mencari keseimbangan untuk memberitahukan. Untuk itu tak perlu terus menerus larut dalam drama kehidupan. Cukup mencari apa yang benar menurut-Nya agar tetap nyaman menjalaninya.


Ini Juni ke- sepuluh, Jo. Juni yang menorehkan prasasti yang dulu pernah kita gadang-gadang sebagai pelangi abadi. Atau, kau sudah tidak ingat lagi apa bedanya Mei dan Juni? Ah, sepertinya tidak. Aku yakin di ruang yang bernama entah, nalurimu akan berontak, mendobrak pintu keegoisan yang kau bangun di atas puing-puing penyesalan dan memaksamu untuk mengingat kejernihan telaga yang kau tinggalkan di antara kebun bunga yang kerontang dicuri kemarau.

Seandainya kamu benar-benar lupa, Jo, itu juga tak mengapa. Kelupaanmu tidak mempengaruhi kejernihan telaga dan keasrian kebun yang kini telah dipenuhi bunga dan kupu-kupu yang penuh warna. Setiap kali melihatnya, ada do'a yang diam-diam kutitipkan lewat angin untukmu, Jo. Sesekali saat senja aku juga menziarahimu dan menabur bunga di antara pokok-pokok randu yang berdiri kokoh mengelilingi kebun sambil memandang bias cahaya kekuningan di antara daun-daunnya. Seperti setiap tetes air hujan yang menumbuhkan benih-benih, menyuburkan lahan, mengaliri sungai-sungai hingga kembali ke laut dengan proses demi proses yang dilewatinya, aku juga memiliki harapan, wangi bunga ini akan sampai padamu lewat putihnya kapas yang bertaburan di angkasa agar kebun dan telaga yang kurawat ini bermakna sehingga aromanya mewangi sepanjang masa. #FAS

Sejujurnya hari ini masih agak melow ketika membaca lagi coretan di atas dan  gegara nonton acara salah satu stasiun televisi swasta di youtube tentang kabar mengejutkan dari sosok yang terkenal itu. Awalnya sih tidak "ngeh" saat di timeline pada ramai ngomongin kasusnya. Akhirnya setelah melihat ke FP yang sudah lama saya unlike, di sana menemukan jawabannya.

Saya biasanya termasuk orang yang males membicarakan berita karena sudah kadung kebal dengan berbagai macam berita hoax. Tetapi untuk kali ini saya benar-benar kepo. Maka setelah suami pamit tidur, saya minta ijin untuk nguprek.

Sedari awal anak itu bercerita sampai menit terakhir, air mata tak henti keluar. Sepertinya sudah lama tidak termehek mehek begini. Mereka yang tidak mengalami saja begitu sedih mendengar penuturannya, terlebih bagi seorang ibu dari anak yang memiliki kemiripan kisah dengannya. Emosi sedemikian kuat menggulung dan semoga ini hanya sesuatu yang bersifat melankolis semata. Memang kenangan tidak akan pernah hilang karena ia merupakan energi yang kekal, sekuat apa pun kita mencoba tak akan pernah mampu melupakan atau menghilangkannya. Dan hanya dengan berdamai, kesedihan atau luka akan berubah menjadi kekuatan dan cinta.

Menjadi seorang anak yang diabaikan atau tak diakui kehadirannya sudah pasti membawa luka batin mendalam. Terlepas siapa pun orangtuanya, terkenal atau tidak, setiap anak pasti merindukan kehangatan kasih sayang dari keduanya. Dan andai kedua orangtua berpisah, tak sedikit yang masih bisa mendapatkan perhatian dengan berbagai jalan. Jadi sangat wajar apabila anak itu pada perkembangannya terus menerus dihantui pertanyaan,"Mengapa ayah/ibuku menolak kehadiranku?"

Hal ini yang menjadi PR terbesar kami buat anak-anak, terlebih Kresna. Sejak lelaki itu ( mantan ) meninggalkan kami tanpa kabar berita, tak secuil pun perhatian dan penghidupan datang darinya. Awal-awal ia pergi, saya mencoba mencari keberadaannya. Seluruh keluarganya berkata tidak tahu. Dan semenjak delapan tahun terakhir, juga tak ada upaya apa pun untuk sekedar mempertanyakan kabar Kresna.

Baiklah, apa pun alasannya sepertinya memang tak ada gunanya berharap terlalu banyak dengan mereka. Toh kita tak bisa mengubah sikap orang lain. Perubahan hanya akan terjadi selama kita mau mengubah cara pandang, pikiran, dan pilihan sikap kita.  Setelah sekian waktu kesadaran perlahan muncul dan sejak itu saya berpesan kepada keluarga agar tak membicarakan kekurangan/ketidakbaikan Ayah kandungnya agar tidak  ada rasa benci atau dendam yang pastinya akan mempengaruhi perkembangan jiwanya.

Apakah cukup begitu saja untuk mengantisipasinya? Beruntung pada perkembangan selanjutnya saya bertemu orang-orang yang berbagi tentang betapa pentingnya kondisi kejiwaan seorang ibu untuk menjaga tumbuh kembang anaknya. Emosi, pikiran, dan perilaku seorang ibu mempengaruhi perkembangan dan masa depan anaknya.  Sejak itu saya mulai belajar untuk melepaskan sakit hati, dendam, dan belajar memaafkan sikap mantan. Alhamdulillah perkembangan Kresna tak jauh beda dengan anak lainnya karena ia mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orang-orang sekitarnya. Terlebih sejak suami hadir dalam kehidupannya, ia kembali merasakan sosok ayah yang dirindukannya. ( Terimakasih Ayah ).

Tetapi PR belum selesai. Masih ada saatnya nanti ia juga akan mencari dan mungkin "menggugat" ayah kandungnya. Tetapi saya tetap yakin dan optimis selama di hatinya tak ada kebencian semua akan baik-baik saja.  Memang tidak mudah menghadapi semuanya. Delapan tahun ternyata belumlah cukup untuk benar-benar terbebas dari kenangan dan luka batin. Terbukti semalam saya masih menangis dan bersedih. Mungkin kesedihan ini sebagai isyarat agar lebih keras lagi belajar legawa. Belajar untuk memaafkan diri sendiri karena disadari atau tidak, selalu anak yang menjadi korban dari keegoisan orangtua. Harus terus menerus belajar mawas diri dan membaca. Selalu ada pembelajaran yang bisa kita ambil dari kesalahan atau pengalaman orang lain. Hidup memang tak semudah kata-kata motivator, tetapi selalu ada hal yang bisa kita jadikan motivasi atau inspirasi untuk terus menerus memperbaiki diri dan mensyukuri hidup ini. Selama kita mau memahami apa maksud dan tujuan kita dilahirkan. Mau mencari apa maksud dan tujuan keadaan dihadirkan, keseimbangan dan kebahagiaan akan mudah menyapa. Bukankah untuk melihat pelangi, kita membutuhkan hujan dan matahari?

Seseorang yang tersisih atau tak mendapatkan apa yang semestinya di dapatkan dari ayah/ibunya biasanya tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berhasil menghadapi berbagai rintangan dalam hidupnya. Secara tidak langsung sesungguhnya motivator terkuatnya datang dari ia yang mengabaikan kehadirannya. Pun dengan wanita yang gagal dalam berumah tangga. Ketika ia berpisah dan bisa bangkit dari keterpurukannya; orang pertama yang mesti ia beri ucapan terima kasih adalah mantannya. Sesuatu yang tak baik seringkalinya mengandung begitu banyak kebaikan selama kita mau belajar membaca dengan akal dan rasa.
#catatanfas

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS