Pages

Cara Menjaga Hubungan Jarak Jauh

Rabu, 07 September 2016




Sudah dari sononya kalau perempuan memang lebih kuat batinnya dibandingkan kaum adam. Masalah demi masalah tidak akan menumbangkan daya tahannya sekalipun secara fisik mereka jauh di bawah lelaki. Perempuan kuat mikir, kuat menahan rasa, kuat bekerja, serta kuat pula ngomelnya.

Terlebih lagi jika ia sudah ke luar negeri untuk merantau. Jangan heran kalau perubahan demi perubahan akan merombak sebagian besar yang ada di dirinya. Bertemu banyak orang, bertemu berbagai pengalaman, berada di lingkungan yang secara kultur dan budaya berbeda jauh dengan kampung halaman akan membuat cara berpikir dan sudut pandangnya berubah drastis.

Akar permasalahan ini yang tidak disadari oleh keluarganya. Bagi yang di rumah, anggota keluarga atau istri yang merantau sama dengan perubahan ekonomi. Titik. Sangat jarang yang mau mengantisipasi atau menyadari bahwa begitu pasangan, saudara, atau anaknya terpisah dari mereka, hal yang mesti dipahami adalah perubahannya.

Maka tidak mengherankan jika setelah ke luar negeri banyak wanita melihat suaminya dengan kaca mata yang berbeda, yang dulu suatu hal yang biasa berubah menjadi hal yang menjengkelkan. Pergeseran cara pandang dan berpikir membuat suaminya jadi orang asing karena mereka tak lagi tumbuh dan berkembang bersama.

Tidak bisa dipungkiri terpisahnya jarak membuat banyak hal tidak lagi bisa dilewati bersama dan menumbuhkan keterikatan emosi, tetapi semua bukan halangan selama mau saling menyadari dan mencari cara agar hal itu bisa dijembatani.

1. Komunikasi

Komunikasi yang baik dibangun oleh rasa saling membutuhkan dan kepercayaan. Komunikasi akan terjaga dengan baik selama kita mau menjadi pendengar yang baik. Kita memang tidak bisa membaca bahasa tubuhnya, akan tetapi kita masih memiliki piranti lain yakni feeling. Jauhnya raga akan membuat kita semakin peka dan menyadari bahwasanya dimensi manusia tak hanya apa yang bisa ditangkap panca indera.

2. Saling Mendo'akan

Hal paling mendasar untuk menghubungkan dua hati adalah rasa. Rasa yang senantiasa disirami do'a akan membuat keduanya menyatu dan saling terhubung sejauh apa pun jarak memisahkan karena keduanya berada dalam satu perlindungan-Nya.

3. Kepercayaan

Tanda cinta adalah percaya dan merdeka. Kalau kepercayaan dan kebebasan sudah diberikan, tanpa diminta, dengan kesadarannya ia akan mencari dan menemukan batasan-batasan agar hubungan terjalin dengan nyaman. Cinta adalah segala tindakan positif yang mengandung tingkatan tertinggi kebaikan di dalamnya.

4. Komitmen

Komitmen dalam pernikahan merupakan hal yang seringkali lupa dibicarakan atau diingat oleh pasangan yang sudah lama menikah atau bahkan mereka yang baru menikah pun tidak tahu betapa pentingnya komitmen dalam pernikahan. Komitmen adalah aturan dalam rumah tangga yang disepakati bersama untuk mewujudkan keluarga sakinah. Setiap keluarga pasti memiliki komitmen yang berbeda dalam meraih kebahagiaan. Komitmen berbeda dengan janji. Di bawah ini ulasan komitmen yang saya tulis dari hasil mendengar talk show Smart Happiness di salah satu stasiun raadio dengan nara sumber pak Arvan Pradiansyah.

Komitmen bukanlah janji yang kita buat di depan penghulu. Yang kita ucapkan saat itu baru janji. Komitmen baru hadir setelah dalam perjalanan kita menghadapi keadaan demi keadaan yang tidak sesuai harapan.

Faktor yang meruntuhkan komitmen adalah:

* Persepsi

Banyak yang menyangka pernikahan adalah puncak sebuah hubungan. Maka banyak yang menurun setelah janji diucapkan. Realitanya Pernikahan adalah awal dari perjalanan yang panjang.

*Mitos pernikahan

Banyak orang yang mengira setelah menikah mereka medapatkan kado yang di dalamnya terdapat cinta, perhatian, keintiman, kasih sayang, dan hal-hal yang kita impikan. Sejatinya, pernikahan adalah kotak kosong yang harus kita isi dengan cinta, perhatian, keintiman selama perjalanannya.

Banyak orang setelah menikah sekian tahun saling menemukan ketidakcocokan yang membuat keduanya saling salah paham. Saat situasi seperti ini kita mesti memahami apa penyebabnya. Penyebabnya adalah tak ada laginya kedekatan emosi di antara keduanya. Kedekatan emosi hadir jika keduanya terus berlomba saling memberi perhatian, cinta, kepercayaan.

Godaan dalam pernikahan terjadi karena kita tak fokus. Maka hendaknya tak menyalahkan pihak luar saat hal ini terjadi. Semua mesti dikembalikan kepada diri sendiri dan mengakui ketidakmampuan dalam menjaga fokus dalam hubungan.
Bertumbuh bersama berarti mempersiapkan diri untuk mau menghadapi konflik demi konflik yang akan terus terjadi sepanjang pernikahan. Konflik adalah media untuk saling memahami di antara suami istri. Untuk meminimalisir konflik, sekecil apa pun unek-unek mesti dikeluarkan dan diselesaikan. #catatanfas

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS