Pages

Belajar Mencari Dan Menemukan Kunci

Jumat, 11 November 2016

Ketika masalah yang sama terus menerus terjadi dalam hidup kita, pikiran apa yang terlintas dalam benak?

"Mengapa harus aku?"
"Sampai kapan semua ini akan berakhir?"

Alih-alih bertanya,
"Apa yang mesti kuperbaiki?"
"Apa yang salah dengan diriku?"
"Bagiamana aku harus berubah?"

Sebagian dari kita malah terlarut dengan kalimat penenang diri,"Semua akan indah pada waktunya?" #eaaaa terus kapan indahnya kalau tak mau mencari dan mendefinisikan keindahan hidup itu seperti apa?

Baiklah..baiklah..bisa dimaklumi kalau kalimat penenang itu bisa membuat kita seperti kecanduan sehingga setiap kali membutuhkan, menelan dan menelannya lagi. Hiks...menelan terus, kapan mengunyahnya? Hahaha...

Sudah ah..Mau ngomong apa to ini sebenarnya? Nggak sih, cuman mau ngomongin kesalahanku sendiri saja.

Sudah daftar kelas online jauh-jauh hari karena materinya klik di hati dan yang pasti sudah transfer jadi hakul yaqin kalau hari ini bakalan dapat mengikuti kelas dengan lancar apalagi waktunya juga mengijinkan.

Realitanya, apa yang terjadi? Ternyata oh ternyata, belum jatahnya saya dapat ilmu baru hari ini. :-D :-P

Tapii, apa pun keadaannya pantang bersedih berlama-lama dan untuk itu mesti dicari apa penyebab dan maknanya biar segera kembali syalalala.
Dan hasilnya adalah status yang barusan ku tulis:

"Setiap hal itu ada waktunya. Meskipun sudah dijatahkan untuk kita kalau wadahnya belum siap akan di tahan untuk sementara. Tugas kita hanyalah mempersiapkan dan memperbaiki kualitas saja, biar rezeki dan ilmu mendekati dengan cara-cara tak terduga."#selftalk

Apakah kejadian yang kelihatan sepele ini kebetulan? Tidak. Kejadian ini penyebabnya adalah kesalahan diriku sendiri   meskipun secara teknik bagian penyelenggara sudah meminta maaf atas keteledorannya.

Saat kuceritakan sama suami, belio spontan mengantisipasi,"Jangan bilang karena ayah lhoo, My."

"Nggak sih Yah, cuman memang ya ada kena mengenanya."

Jadi begini, pas awal péngin ikut kelas ini, diam-diam aku daftar tanpa meminta ijin atau persetujuan dari belio seperti biasanya. Pas hari itu emang lagi kesel sih, jadi ya gitu deh. Hahaha...

Pun saat transfer dananya. Biasanya setelah Pakne acc, belio yang bagian bayar-bayar, etapi karena lagi kesel, aku minta adik yang bantu transfer melalui atm yang kupercayakan sama dia.

Keesokan harinya aku baru cerita kalau ikut kelas dan sudah di bayar. Pas kejadian itu belio sih maklum dan bilang nggak papa. Tapi tetap saja ada rasa bersalah karena ngomong dan ijinnya belakangan. Secara menurut kesepakatan, apa pun harus dibicarakan terlebih dulu. *Dua kesalahan besar yang perlu digarisbawahi ini ya! #selfreminder

Kejadian hari ini memang membuatku gagal mendapatkan ilmu baru, namun juga memberi banyak pembelajaran yang berarti. Ternyata benar, suami itu "malati".  Bagi seorang istri, do'a dan restu suami itu kunci dalam menapaki hari. Maka kemana pun atau apa pun yang dilakukan harus diketahui dan mendapat ridhonya.

Dan tanpa kejadian barusan sudah pasti nggak bakalan ada tulisan ini. Nah, emang benar adanya bahwa di balik hal yang tak menyenangkan selalu ada nilai  yang bisa kita ambil untuk membuka pintu-pintu kebaikan. Meskipun tidak langsung bisa  kita gunakan, setidaknya bisa kita jadikan bekal jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Sungguh tak ada keadaan yang terjadi tanpa maksud dan tujuan. Semua sudah benar adanya. Sudah pas dan sesuai dengan apa yang kita kerjakan dan niatkan sebelumnya. Bagi diriku pribadi, ini semacam teguran keras, "Jangan mentang-mentang punya penghasilan sendiri, bisa semau-maunya memutuskan sesuatu, sekecil apa pun itu tanpa ijin dan persetujuan suami." #noted

Alhamdulillah banget selalu di beri teguran untuk memperbaiki diri yang membuat hidup dan hubungan semakin bersinergi. Dengan mengalami dan belajar mencari makna, perjalanan yang penuh dinamika terasa enteng menjalaninya. #catatanfas

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS