Pages

Jangan Ada Blokir Di Antara Kita

Selasa, 22 November 2016

Mumpung masih dalam nuansa Hari Guru, bernostalgia dikit ke masa-masa sma.  Emang pernah sma?!

Enggaak..cuman numpang  rehat setelah kulakan saja kok di sma keren  itu. 😛😁

Sudah sekolah keren, tempat berkumpulnya anak- anak berprestasi sekabupaten ponorogo, kok ndilalah daku disuruh masuk ke kelas fisika pula. Apa coba namanya kalau bukan keberuntungan? 😍😍

Memiliki kesempatan belajar dengan mereka yang mayoritas jenius,  apalah  apalah  daku ini. Hal ini yang membuatku  merasa kadang  tak betah  karena setiap kali pelajaran, kecuali matematika dan kimia,  mata  rasanya sulit  diajak kompromi. Penginnya cepat-cepat istirahat  biar bisa lari ke  perpustakaan untuk berburu novelnya Mira W atau ngelayap ke kelas sosial atau biologi.

  Berada  di sana rasanya diriku merasa betah karena suasananya lebih cair.  Maka  tak heran jika setelah puluhan tahun berlalu, ketahuan kan berapa usianya? 😛 setelah ketemu lagi sama teman- teman sma, daku sering  membatin," jan jane kelasmu ndisik ki ngendi to, Yem? 😁

Beruntung beberapa teman masih meyakinkanku kalau daku ini dulunya kelas fisika meskipun tak ada satu foto pun yang membuktikan hal itu, sebagian dari mereka masih ingat,  "Farida Sayem" sebagai teman sekelasnya.  Itu pun setelah beberapa Farida yang lain diingat duluan.  Mereka ingat bukan karena prestasiku yang hanya  ngantukan  di kelas, tetapi lebih kepada nama julukan yang sejak  smp  dihadiahkan seorang  teman, mungkin  dengan maksud biar  daku bisa "Mingkem" 😁😛. Sayem.  Nama ini yang membuatku gampang diingat  teman-teman sekalipun ada beberapa nama Farida di dua kelas fisika.

Jika dikaitkan dengan ilmu branding, ternyata, sejak dulu daku secara tak langsung sudah mulai  memupuknya  tanpa sengaja. Karena begitu ingat nama Sayem,  otomatis pikirannya ke manusia yang tak bisa mingkem ini. 😛😛

Maka daku ya heran ketika mengetahui diblokir sama teman yang kebetulan namanya sama. Apa mungkin Untuk menghindari kesalahpahaman nama atau yang lainnya? Daripada mikir dan berprasangka, maka dengan akun lain daku meminta maaf padanya.  Dan alasannya karena merasa tidak kenal dengan nama akunku setelah sekian tahun berteman dan guyon. Sediih pastinya, terlebih lagi ia sobat dari masa remaja. Andai seiring waktu kami berbeda pandangan dalam banyak hal, tapi tidak beginìi..'*Sambil nyanyi

Tapi  ya sudahlah, bener kata sabahatku, "Nggak usah sedih jeng. Toh masih banyak sahabat yang lainnya."

Ternyata bener ya, seribu  sahabat memang tak pernah cukup.  Meskipun rasanya sayang kenapa mesti memutuskan tali silaturahmi.

Untuk seluruh sahabatku,  Mohon Maaf Lahir Batin, ya. Di dunia maya atau nyata, beginilah daku apa adanya.  Terima kasih bagi yang masih berkenan menjalin silaturahmi denganku.  😍😍😍😍

#catatanfas_27Nov2016

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS