Pages

Antara Pulsa Dan Ketenangan Jiwa

Selasa, 17 Januari 2017

Antara Pulsa dan Suasana Jiwa

Seberapa sering kita berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, setiap habis membayar pulsa? Ayoo ngacuung yang sering mengalami...hehehe..

Bukan rahasia umum jika pulsa menjadi kebutuhan pertama buat kita yang jauh dari keluarga. Bahkan banyak yang lebih rela tidak makan daripada kehabisan pulsa. Naif bangeet, ya?? Tapi inilah fenomena yang sering saya jumpai di sini. Setiap minggu, melihat lembar-lembar ratusan hingga ribuan berjejalan di meja penjual pulsa, hati ini teriris nyeri. Lembar-lembar yang mereka peroleh dalam sebulan, terkadang raib dalam sekejab karena punya tunggakan pulsa yang harganya menjadi lebih mahal karena sistem hutang yang disepakati sebelumnya.

Berkaca dari pengalaman pribadi saya, setelah sekian tahun insyaf dengan pulsa...ciiee...hehehe..akhirnya saya bisa menyimpulkan, bahwa kebutuhan pulsa berbanding terbalik dengan ketenangan jiwa.

Maksudnya?? Eiits...jangan salah paham dulu, tidak berarti yang suka pulsa terguncang jiwa, sama sekali bukan. Ketenangan jiwa sangat berkaitan dengan ketenangan hati. Hati adalah sumber keinginan manusia, jika hati dan logika terpisah, maka keinginan/ nafsu akan menguasai. Ngobrol di telpon memang mengakibatan kecanduan. Dan tanpa kita sadari, entah berapa banyak hal-hal buruk terjadi selama perbincangan? Tanpa sadar kita ngerumpi, ngomongin orang lain, dan ujung-ujungnya sang syetan bersorak-sorak karena telah menguasi lidah dan telinga, lewat asyik masyuknya obrolan yang sesungguhnya banyak tak berguna.

Bagaimana agar semua hal di atas bisa dikurangi? Pertamanya, kita harus mampu memilah, mana yang penting dan tidak penting. Daripada menghabiskan waktu dengan sia-sia, mengapa tidak menggunakannya dengan hal berguna? Membaca atau menulis misalnya..

Oya...satu hal lagi yang perlu diwaspadai, seorang lelaki yang selalu siap menerima telpon kapan saja dan berlama-lama, bisa jadi indikasi kalau ia tak serius dengan hubungan yang ada. Logikanya, seseorang yang mencintai, akan senantiasa menjaga dan menasihati agar hidup lebih bermakna. Waspadalah!

#Catatanfas, 16 Januari 2013

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS