Pages

Cara Membangun Hubungan Penuh Cinta

Kamis, 23 Februari 2017

Hubungan yang kuat dan penuh cinta adalah kebutuhan yang mendasar dan impian  setiap orang. Mayoritas dari kita awalnya pasti mengira begitu menikah hidup akan selalu penuh bunga karena membayangkan kemana mana atau ngapain saja ada teman untuk berbagi dan bersama.

 Realitanya?  Begitu mengarungi hidup bersama ternyata tak mudah untuk menciptakan keharmonisan  dan merasakan kebahagiaan. 

Ups! Ternyata pernikahan adalah awal dari zona ketidakpastian yang sesungguhnya. Kita mesti terus menerus belajar agar mempu untuk mengimbangi dan menempatkan peran sesuai situasi dan kondisi. Dan kunci dari semua itu adalah komunikasi. Komunikasi yang nyambung dan nyaman membuat dua jiwa menemukan sinergi untuk saling mengisi dan belajar memahami masing -masing harapan. 

Meskipun sebagian orang sepertinya mudah saja  dalam menjalin  hubungan dan komunikasi yang   bersinergi;  banyak pula yang kesulitan membangunnya dengan pasangan. Keadaan seperti yang menjadi penyebab masalah yang sama terus menerus terjadi dan berujung pada kebosanan. Bosan kenapa kok seakan hubungan menjadi hambar dan tak ada kemajuan. 

 Terlebih kalau melihat mereka yang dengan mudah membangun hubungan yang  bahagia dan penuh keakraban, rasanya makin sesak dan merasa diri penuh dengan kekurangan dan penderitaan. 

Lalu, apa yang salah dengan  pribadi yang kesulitan dalam membangun dan mewujudkan hubungan?

Bagi mereka yang luwes dalam menjalin hubungan sepertinya memang memiliki insting yang kuat dan bakat alam sehingga mudah mengenali orang lain dari sekali sapa saja sehingga mudah memulai obrolan.  Orang lain pun langsung merasa  nyaman dan nyambung begitu berinteraksi. Terlebih bagi orang orang terdekatnya.

 Komunikasi yang nyaman,  baik secara verbal atau nonverbal merupakan modal dasar dalam membangun hubungan dengan siapa saja. Sebenarnya bukan hal yang sulit kalau mau belajar untuk dan menggali diri sendiri.

 Bukankah hanya dengan mau mengubah diri sendiri, perubahan yang kita harapkan terjadi? 

Menggali kekuatan diri bisa dimulai dari memahami apa saja kekuatan yang kita miliki. 
 Setiap orang terlahir dibekali akal, pikiran, nurani, dan cinta agar memiliki kekuatan dan kemampuan menjaga keseimbangan hidup yang penuh dinamika. Di sini kita akan mencoba mengenali dan memahami kekuatan cinta. 

 Mengapa cinta? Karena peran cinta sangat penting dan mendasar agar perbedaan,  kekurangan, dan kekerasan meleleh sehingga hubungan yang penuh kasih sayang tercapai. 

"Cinta adalah titian yang menyatukan pandangan berbeda menuju tempat yang sama."

Jika setiap orang memiliki cinta,  mengapa tak semua orang bisa mengekspresikan dengan mudah dan menggunakan  untuk mencapai impian? 

Hal ini yang sering di keluhkan oleh perempuan  ketika pasangan begitu kaku dan tak seperti tokoh romantis di drama korea,  bukan? Tak hanya lelaki yang mengalami kesulitan dalam hal ini, banyak juga kaum perempuan yang mengalaminya.  

Ada apa dengan cinta? Sepertinya  judul film yang beken itu juga bisa kita jadikan jalan untuk mencari dan menemukan pola dan aturan-aturan apa saja yang mesti kita miliki agar dengan mudah merasakan cinta yang bertebaran di semesta dan menyebarkan cinta di dalam diri. Cinta di sini sifatnya universal,  bukan hanya antara kita dan pasangan saja.

Berikut hal-hal yang bisa kita lakukan agar mudah menciptakan hubungan yang penuh cinta. 

1.Berkumpul dan bersinergi dengan mereka yang memiliki ketulusan. 

Kita sepenuhnya memiliki pilihan dan tanggung jawab dalam memilih dan memilah hubungan persahabatan. Jika kita lebih nyaman  berada di antara orang -orang yang suka  membuat keributan,  menebar kebencian, dlsb; jangan-jangan diri kita tak jauh beda dengan mereka.

Begitu pun sebaliknya,  jika kita merasa lebih cocok dan nyaman dengan mereka yang humoris, santai, penuh keakraban; setidaknya itu sudah bisa jadi cerminan siapa diri kita. Bukankah dengan siapa kita berteman, dengan atau tanpa  disadari  merupakan refleksi dari kondisi bawah sadar dan batin kita?

Untuk itu mari kita lebih selektif dalam memilih teman dan lingkungan pergaulan.  Bukan berarti kita membedakan, ini hanya sebentuk upaya agar hidup lebih bersinergi dan bahagia.  Dengan berkumpul dengan mereka yang memiliki ketulusan, seandainya kita belum bisa setulus mereka,  setidaknya kita termotivasi untuk berbuat baik dan belajar merasakan indahnya cinta.

2. Memperbaiki Konsep Diri

Menurut Ibu Rieny Hassan, psikolog, konsep diri diri adalah cara seseorang memandang dirinya, kelebihan dan kekurangannya, apa yang bisa dan tak bisa ia lakukan, serta apa yang pantas dan tak pantas untuk dirinya.
Konsep diri adalah landasan untuk ia menemukan cara yang pas dalam menyikapi hidup, gaya berinteraksi, harapan dan keinginan.

Self talk atau berdialog dengan diri sendiri bisa dijadikan langkah pertama untuk memahami bagaimana diri kita seutuhnya. Self talk adalah merenungkan dan mencari apa saja kelemahan dan kekurangan diri.  Mungkin saja selama ini kita terlalu banyak melihat atau menuntut orang lain agar memberi tetapi lupa menuntut diri sendiri agar lebih ringan dalam berbagi.

3. Berbicara dari hati

Hubungan yang harmonis dimulai dari komunikasi yang nyaman dan nyambung. Berbicara dari hati akan membuat kita 
 Self talk membuat kita memahami bahwasanya sebelum menerima cinta,  kita harus menyuburkan benih-benih cinta itu di dalam diri sendiri dan menyebarkan ke semesta. Apa yang kita beri dari dan dengan hati akan kembali ke diri sendiri tanpa kita sadari. 

4. Menjadi Diri Sendiri 

Sebelum mampu mencintai orang lain hal pertama yang mesti kita lakukan adalah mencintai diri sendiri. Mencintai  diri kita apa adanya. Menerima segala kelemahan, kekurangan, dan kelebihan tanpa membandingkan dengan orang lain.  Setiap orang terlahir dengan keunikannya masing-masing, mengapa ingin menjadi orang lain? 

Jika sudah nyaman dengan diri sendiri kita akan lebih percaya diri dan bersikap apa adanya tanpa kepura-puraan sehingga orang lain juga merasa nyaman berada di dekat kita.

5. Membersihkan Hati dan Pikiran

Sifat dasar cinta itu suci. Tak ada rasa iri,  dengki,  atau sakit hati. Dalam level cinta kita akan mudah merasakan kebajikan dan  ketulusan.  Jika ada yang berkata cinta dengan ungkapan negatif,  bisa jadi karena ia belum menemukan sifat cinta yang sejati.  

Cinta adalah energi yang memancar dari dalam batin yang kekuatannya bisa membuat segala kepahitan dan derita menjadi manis di rasa. Cinta selalu memaafkan dan memberi.

 Jika atas nama cinta kita masih belum bisa belajar ikhlas menerima keadaan, orang lain, dan pasangan jangan-jangan ada yang perlu dikoreksi dengan hati dan pikiran kita. 

Hati yang berkarat biasanya karena terlalu banyak menyimpan kemarahan,  dendam, dan sakit hati. Untuk membersihkannya bisa dimulai dari pikiran.  Pikiran yang baik, dimulai dari cara pandang atau mindset yang baik. Dengan menata hati dan menjernihkan pikiran, keseimbangan hidup akan terjaga. Sehingga hidup lebih hidup dan penuh cinta. 

Dengan belajar memahami aturan dan sifat-sifat cinta,  semoga kehidupan yang kita damba lebih mudah tercipta.  Dengan menggali dan menggunakan kekuatan cinta, hidup lebih bercahaya.

#catatanfas

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS