Pages

Balada Orang Tua

Rabu, 24 Mei 2017

Tutoring children" adalah satu-satunya job desk yang ada dalam kontrak kerjaku selama ini. Bagiku, dunia anak merupakan hal yang menarik dan penuh kejutan. Bersama mereka hidup lebih berwarna, penuh dinamika, dan tetap ceria.

Namun, semua itu ternyata belum cukup sebagai bekal menjadi orang tua yang baik. Seringkali saat anak-anak melakukan tindakan di luar harapan, masih sering kecewa dan mesti belajar lagi memahami apa yang kurang dan salah sebagai orang tua.

Menjadi pengasuh anak dan mengasuh anak ternyata memiliki perbedaan yang besar. Kepada anak-anak sendiri lebih sulit bersikap obyektif karena didominasi perasaan, sedangkan sebagai pengasuh anak, meskipun rasa kasih sayang itu ada obyektivitas masih terjaga karena diri hanya mengerjakan sebatas tugas di bawah komando orang tuanya. Kalau ada yang salah dengan anak-anak asuh bukan sepenuhnya tanggung jawab diri.   Sementara sebagai orang tua, tugas ini tanggung jawabnya langsung kepada sang pencipta. Bisa jadi ini yang membuat tekanan lebih tinggi sehingga tanpa disadari kita bersikap lebih tegas dan kadang keras agar mereka tetap terarah.

Lebih-lebih saat anak sudah mulai remaja, mesti kudu lebih ekstra belajar untuk memahami dan menjaganya. Sikap posesif bukan solusi, apalagi  otoriter. Kita mesti bersedia mendengarkan penjelasan darinya dan membuang rumus bahwasanya orang tua selalu benar, maka anak harus menurut dan mendengar, karena realitanya  seringkali anak itu lebih bijaksana dari orang tua.

"Terserah kaka ga pengen urusan sama orang yang nyindir kaka. Mereka ga tau apa yang terjadi kan mereka hanya mandang dri luar dan ngegosip yang engga engga karna kaka pulang malem. Terserah kaka ga peduli toh yang dosa mereka"

Begitulah jawaban yang bijak dari anak 16 tahun saat kami mencoba memberi pandangan atas konsekuensi dari kegiatannya  karena akhir-akhir ini si kaka pulang malam terus demi tugas sekolahnya.

Kami sebagai orang tua sadar, kemampuan kami untuk menjaga mereka terbatas. Terlebih saat mereka sudah banyak aktifitas di luar sana. Kekuatiran kami terkadang tak beralasan. Tetapi, kami menyadari sepenuhnya mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu menjadi dirinya sendiri. Bukan diperlakukan seperti keinginan kami yang cenderung hanya ingin memuaskan harapan dan ego semata.

Beruntung mereka memiliki cara-cara tersendiri untuk membuat orang tuanya tetap tenang dan percaya bahwa dalam segala keadaan yang "istimewa" mereka tumbuh menjadi anak-anak yang percaya diri dan Alhamdulillah berprestasi.

Menjadi orang tua memang tidak ada sekolahnya, namun semua itu bukan halangan untuk menjadi orang tua yang baik. Bersama anak-anak kita mesti lebih banyak  belajar lagi agar terus mampu memahami dan mengimbangi tumbuh kembang mereka. #catatanfas

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS