Pages

Can Writing Make You Happier?

Jumat, 05 Mei 2017

Can Writing Make You Happier?

“Writing is an exploration. You start from nothing and learn as you go.” —E. L. Doctorow

Menulis bukan semata untuk menjadi penulis.
Tidak semua orang ingin menjadi penulis karena menulis memang tidak selalu bertujuan ke sana, namun menulis bisa menjadi cara agar sehat dan  bahagia. Dengan menulis kita bisa ki mencurahkan isi hati, pikiran, dan perasaan.

Dengan menulis, kita bisa melepaskan tekanan-tekanan yang bisa membuat kita stress. Penelitian dari Prof. James W Pennebaker membuktikan bahwa menulis bisa membuat kita lebih sehat. Kekebalan tubuh meningkat karena stress yang menumpuk bisa dikeluarkan.

Bagi sebagian orang yang belum memahami manfaat dari menulis, sepertinya aktivitas menulis itu membuang waktu. Menulis memang memakan waktu. Kita harus meluangkan waktu utk mencurahkan isi hati, pikiran, dan perasaan kita.

Menulis ekspresif adalah terapis healing yang efektif. Dengan menulis apa adanya di diary kita tak perlu memikirkan mulai dari mana, kosakata, atau grammarnya. Menulis, menulis saja karena menulis yang spontan dengan tujuan melepaskan perasaan, isi hati  dan pikiran.

Menulis yang kreatif adalah tulisan yang mengalir apa adanya. Tidak perlu berpikir dari mana memulai, karena setelah mulai jari-jari akan menari dengan sendirinya.

Menulis merupakan penjernih pikiran kita. Dengan menulis pikiran kita lebih terstruktur. Pikiran kita berjalan terlalu cepat, bertumpuk, membuat pikiran di atas pikiran. Dengan menulis, kita memperlambat pikiran kita yang berjalan terlalu cepat. Efek menulis sama seperti meditasi yang memperlambat pikiran kita.

🖊2 tahap dlm menulis:
1. Tahap kreatif yg menggunakan otak kanan
2. Tahap kritikal yg melibatkan otak kiri.

Dalam tahap kreatif, tuliskan saja pikiran Anda tanpa peduli dengan segala aturan kebahasaan. Dalam tahap kritikal, barulah merapikan tulisan Anda mengikuti aturan kebahasaan.

🖊Ada 2 tujuan menulis:
1. menulis untuk diri sendiri
2. menulis agar dibaca oleh orang lain

Menulis di media sosial ditujukan agar dibaca oleh orang lain. Tulisan tersebut digunakan sebagai media untuk mengekspresikan apa yang kita pikirkan dan rasakan.

Menulis adalah media untuk move-on. Orang yang menjalankan terapi menulis untuk merilis stress terbukti lebih bahagia dan sukses di masa depan.

Menulis adalah salah satu cara untuk memecahkan masalah, bukan satu-satunya cara. Kita harus cermat memilih cara untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Menulis adalah untuk diri kita sendiri, untuk menyembuhkan luka-luka batin  kita. Saat kita menghadapi masalah yang mengganggu pikiran dan perasaan kita, maka mulailah menulis. Tuliskan apa pun yang terlintas dalam benak kita karena orang yang bahagia adalah orang yang punya kanal untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya.

Menyimpan isi pikiran dan perasaan menguras energi yang mengganggu kebahagiaan dan kesehatan kita. Menulis adalah kanal utk mencurahkan isi pikiran dan perasaan kita, dan membuat pikiran dan perasaan plong.

If you wanna be happy, be happy NOW! #SmartHappiness #ArvanPradiansyah
#catatanfas

Sumber: Talk Show Smart Happiness, Jum'at, 05 Mei 2017 di Radio Smart FM

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS