Pages

Sekolah Unggulan Bukan Jaminan Masa Depan

Kamis, 12 Juli 2018

Sebagian orang tua meyakini bahwasanya dengan memasukkan anaknya ke sekolah unggulan masa depannya akan terjamin dan cerah. Sementara sebagai orang tua Daku malah sangat santai akan hal ini.

Pas Kresna mau masuk SD dulu, ada sekolah baru yang konon sangat bagus kualitasnya. Saat itu Kresna kutanya, mau nggak masuk ke sekolah itu? Dengan tegas dia menolak. Yowes. Tidak perlu memaksakan kehendak, kalau dia maunya sekolah di SD negeri kampung kami ya nggak masalah. Yang penting dia bisa menikmati masa-masa sekolahnya dengan riang gembira tanpa perlu dibebani dengan banyak PR yang tanpa disadari menyita hak anak untuk tetap menjadi kanak-kanak yang menurut Pakne salah satu kebutuhan mendasarnya adalah bermain.

Pasti bukan tanpa sebab mengapa Daku begitu santai. Jadi begini, dulu pas lulus SD orang tua memintaku melanjutkan  sekolah di kecamatan saja karena mayoritas anak-anak dari desa kami sekolah di sana termasuk mbakku. Dan dengan tegas Daku menolak. Pokoknya kalau nggak sekolah di sekolah paling the best di Ponorogo nggak mau sekolah. Emang dasar keras kepala. 😀😀😛😛

Sampai hari terakhir pendaftaran akhirnya Ibuk luluh dan mengijinkan untuk sekolah di sana. Sekolah yang mayoritas muridnya anak-anak orang kaya, pinter dari seluruh penjuru daerah Ponorogo.  Bahkan teman sekelasku dulu anak pak Bupati. Bisa dibayangkan, kan, betapa cah ndeso ini seperti orang yang masuk hutan belantara, lebih lebih dari kampungku cuman sendirian.  Demi apa coba Daku ngeyel masuk ke sana selain karena merasa pengin disebut unggul juga? Pencitraan banget ya, 😛😛padahal realitanya sejak kelas satu sampai kelas tiga prestasiku biasa biasa saja.  Secara memang bangga banget sih masuk sekolah yang sampai sekarang masih debes itu.  😂😂

Nah, lulus dari sana pilihan masuk sma unggulan juga terbuka dan pilihanku jatuh pada sma negeri yang kualitasnya debes juga. Pas penjurusan masuk kelas fisika entah karena alasan apa. Paling gurunya pas khilaf kali ya? 😄😄karena setelah masuk kelas fisika mata pelajaran yang kusuka hanya dua,  kimia dan matematika.

Dan apakah kedua sekolah unggulan tadi jadi jaminan masa depan? Jawabannya tidak. Yang lebih menjamin masa depan kalau dilihat dari sisi mapan atau tidak mapan ya warisan dan pekerjaan. 😂😂😛😛*peaace

Sebaliknya, kalau masa depan anak-anak biar sesuai dengan kehendak-Nya, jaminan utama mereka adalah keikhlasan orang tua menerima apa pun pilihan hidupnya. Tidak memaksa mereka menjadi atau berprestasi demi gengsi karena setiap anak terlahir dengan maksud dan tujuan yang berbeda. Sekolah unggulan atau bukan, yang terpenting anak menikmati proses belajarnya. Toh belajar itu sepanjang hayat dan di mana pun bisa jadi ruang belajarnya?
#catatanfas

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS