Pages

Urip Penak

Rabu, 27 Maret 2019

Urip Penak

"Wah, si A kaé saiki uripé wis kepenak ya. Naik mobil, rumahnya bagus,  suaminya kaya. "

Seberapa sering mendengar ungkapan yang kurang lebih seperti itu? ☝☝😂😂😛😛
Seriing pakai banget koyoke ya. Apalagi di jaman now saat segala sesuatu bisa di show up di beranda. Belum lagi kalau akhir pekan atau liburan, aktualisasi diri harus dilengkapi dengan liburan ke tempat tempat wisata. Biar lebih afdol disebut orang the have dan sosialita masio tingkat RT.  😂😂😂

Begitulah realitas jaman now. Saat urip penak hanya dilihat dari pandangan mata. Secara kita juga nggak pernah tahu gimana sebenarnya gejolak dalam rumah tangganya. Bisa jadi mereka yang tampak biasa biasa saja dan sahaja itu lebih ayem tentrem karena nggak perlu banyak pikiran dan urusan sehingga setiap malam bisa tidur nyenyak. Sebaliknya, bisa saja yang dipandang sudah "urip penak" tadi malah hatinya gersang karena terlalu banyak dibebani cicilan atau penuh iri dengki karena takut tersaingi.  Ini cuman misaal lho yaa...😂😂

Hal ini mengingatkan obrolanku dengan mbak beberapa hari yang lalu.  Saat mbak ngomong,"Yo mugo mugo uripe awakedewe kari penak ning ngarêpé."

"Emang saiki urung kepénak, Mbak? Alhamdulillah wis kepénak bangeet malahan uripé dhewe, Mbak. Saat kebanyakan orang masih kebingungan mau dibawa kemana arah hidupnya, nilai apa yang harus digenggam agar bisa menghadapi situasi jaman yang makin nggak jelas, berkat perjalanan dan keadaan yang penuh dinamika, sekarang kita wis ora kagetan lan gumunan. Kurang penak piyé jal?" 😂😂

"Iya yaa..." balas mbak.

Urip penak ora kepenak kui mung tergantung konsep berpikir dan cara menyikapi keadaan.

#catatanfas
#sinauurip

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS